Sponsor

Minggu, 11 Desember 2016

ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PADA PT ANTAM, Tbk SEBELUM DAN SESUDAH PENERAPAN GOOD CORPORATE GOVERNACE


PI. Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma, 2005
Kata Kunci : Good Corporate Governance, Kinerja Keuangan, Rasio Keuangan
(viii + 54 + Lampiran)
Pada prinsipnya corporate governance meliputi empat komponen utama, yaitu fairness, transparancy, accountability, dan responsibility. Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Mc Kinsey tahun 1999-2000, Indonesia merupakan negara terburuk dalam penerapan GCG.
Lemahnya penerapan GCG menyebabkan perusahaan tidak dapat mengembangkan usahanya dalam persaingan bisnis, kinerja keuangan yang tidak sehat serta tidak dapat memenuhi kepentingan stakeholdesnya. Betapa pentingnya GCG ini membuat penulis tertarik untuk menuangkannya dalam penulisan ilmiah ini. Tujuan penulisan ilmiah ini adalah untuk mengetahui penerapan GCG serta membandingkan kinerja keuangan PT Antam,Tbk.
Dalam penerapan GCG, PT Antam, Tbk telah mengatur kehidupan perusahaannya sedemikian rupa untuk menunjang pelaksanaan GCG. Setelah penerapan GCG ini, kinerja keuangan PT Antam, Tbk memang menunjukan adanya perbaikan yang dapat dilihat dari sebagian besar rasio yang menunjukan peningkatan.

subject : penulisan ilmiah
Download : http://adf.ly/iezxe

ANALISIS SELISIH BIAYA TENAGA KERJA SEBAGAI USAHA PENGENDALIAN BIAYA TENAGA KERJA PADA PT. DJAKARTA LLOYD. PI. Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma 2005

Kata Kunci : Selisih Biaya Tenaga Kerja Pada PT. Djakarta Lloyd.
( viii + 27 )
Penulisan ilmiah ini membahas tentang pengendalian biaya tenaga kerja, pada dasarnya untuk menganalisis biaya tenaga kerja dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satunya dengan membandingkan perbedaan atau menganalisis antara biaya standard dengan biaya sesungguhnya yang terjadi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar selisih yang terjadi pada PT. Djakarta Lloyd ( Persero ), kemudian apa faktor penyebabnya, dengan menggunakan metode analisis model 3 ( tiga ) selisih, apakah selisih tersebut dapat terkendali atau tidak. Faktor penyebab terjadinya selisih biaya tenaga kerja dikarenakan perusahaan menetapkan anggaran biaya standar terlalu kecil dibandingkan dengan anggaran sesungguhnya, kemudian selain hal tersebut perusahaan memberlakukan jam kerja lembur, serta jam kerja yang distandarkan lebih besar dibandingkan dengan jam kerja sesungguhnya.
Dari hasil penelitian penulis, dapat disimpulkan bahwa PT. Djakarta Lloyd (Persero) sudah dapat dikendalikan dengan baik dan benar sehingga perusahaan mendapatkan selisih yang menguntungkan.

subject : penulisan ilmiah
download : http://adf.ly/if2Km

Penggunaan EDP Audit Dalam Pemeriksaan Independen Pada KAP ERNST & YOUNG

PI. Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma, 2005 Kata Kunci : Penggunaan EDP Audit Pada KAP ERNST & YOUNG
( vii + 60 hal )
Auditing adalah proses pemeriksaan atas laporan keuangan yang dilakukan oleh pihak yang independen. KAP Ernst & Young sebagai lembaga yang independen melakukan audit ekstern baik itu audit konvensional maupun EDP audit. Jadi yang dimaksud dengan EDP audit adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan menggunakan komputer. Disini KAP Ernst & Young melakukan audit terhadap PT. A dengan menggunakan EDP audit. Pertimbangan yang diambil oleh auditor Ernst & Young yaitu dikarenakan PT. A telah menggunakan sistem komputerisasi dalam dalam pengolahan datanya dan berdasarkan datanya sangat banyak dan kompleks. Auditor melakukan langkah-langkah dalam melakukan audit untuk PT. A yaitu mulai dari perencanaan sampai dengan mengakhiri pemeriksanaan. Dalam melakukan EDP audit ini auditor ERNST & YOUNG menggunakan media software ACL, yaitu salah satu software audit yang memiliki keunggulan-keunggulan antara lain mudah dalam mendefinisikan data, penghitungan lebih cepat, hasil yang didapatkan cukup lengkap, tidak memerlukan waktu yang lama dalam melakukan audit serta dapat membuat laporan yang langsung dapat dilihat dimonitor atau di cetak. Sedangkan kekurangannya adalah program tersebut tidak dapat membuat kertas kerja yang secara langsung dapat ditampilkan, tetapi tetap harus membuatnya secara manual.
Daftar Pustaka (1990 – 2005)

subject : penulisan ilmiah
download : http://adf.ly/if3dz

Analisis Penggunaan Informasi Akuntansi Diferensial Dalam Pengambilan Keputusan Menerima atau Menolak Pesanan Khusus Pada PT.Roti Dwijaya.

. Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma, 2005. Kata kunci : Analisis Penggunaan Informasi Akuntansi Diferensial, Perusahaan Roti Dwijaya. (ix + 31)
Perusahaan khususnya pihak manajemen selalu dihadapkan pada perencanaan pengambilan keputusan yang menyangkut berbagai macam alternatif yang harus dipilihh. Dalam pengambilan keputusan itu mereka menghadapi ketidakpastian. Oleh karena itu pihak manajemen memerlukan suatu informasi yang dapat memebantu mengurangi ketidakpastian dalam memilih berbagai alternatif.
Roti Dwijaya pada bulan Maret menerima pesanan khusus dari salah satu pelanggannya, untuk itu pihak perusahaan harus memutuskan apakah akan menerima atau menolak pesanan khusus tersebut berdasarkan informasi akuntansi diferensial.
Setelah dianalisis oleh penulis dengan menggunakan analisis akuntansi diferensial, ternyata pendapatan diferensialnya lebih besar daripada biaya diferensial. Maka perusahaan sebaiknya menerima atau menolak pesanan khusus tersebut.
Daftar pustaka (1993 – 2002 )

subject : penulisan ilmiah
download : http://adf.ly/if5Er

ANALISIS BREAK EVEN POINT SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PADA PT PARIDA

PI. Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma, 2005 Kata Kunci : Mencari Break Even Point Pada PT PARIDA
(x + 36)
Suatu perusahaan dikatakan break even apabila setelah dibuat perhitungan rugi – laba dari suatu periode kerja, perusahaan tidak memperoleh laba tetapi tidak menderita kerugian. Metode yang digunakan untuk menganalisis break even point ini juga mempunyai perhitungan sendiri yang mudah dipahami dan dimengerti. Selain itu analisis break even juga dapat digunakan untuk mengetahui berapa banyak produk yang harus dijual agar laba yang diinginkan dapat tercapai.
PT PARIDA adalah salah satu perusahaan yang menghasilkan lebih dari satu produk dan dari hasil perhitungan, diketahui bahwa nilai break even point PT PARIDA ialah pada kapasitas 1621 unit dengan komposisinya ialah 698 unit sepatu dan 923 unit sandal dan dalam Rupiah penjualan sebesar Rp 81.165.000 dan dari hasil perhitungan tersebut yaitu hasil perhitungan sepatu menunjukkan laba Rp 661.165 akan tetapi sandal menderita kerugian Rp 661.165 jadi tidak berarti kalau BEP hasil penjualan bersama akan berarti pula untuk masing - masing produk akan mencapai titik break even, melainkan terjadinya subsidi silang diantara kedua jenis produk tersebut. Sedangkan untuk produksi selanjutnya, perusahaan merencanakan laba sebesar Rp 20.000.000 dan untuk mencapai target yang diinginkan, perusahaan harus dapat menjual produksinya sebanyak 5027 unit dengan komposisinya adalah 2164 unit sepatu dan 2863 unit sandal dengan Rupiah penjualan sebesar Rp 251.685.000
Daftar Pustaka (1991 – 2005)
subject : penulisan ilmiah
download : http://adf.ly/if79m

Senin, 07 April 2014

PERBANDINGAN DEPOSITO MUDHARABAH MENGGUNAKAN PRINSIP BAGI HASIL PT. BANK SYARIAH MANDIRI DENGAN BUNGA DEPOBRI PT. BANK RAKYAT INDONESIA


PI. Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma, 2005 Kata Kunci : Deposito, Bagi Hasil , Bunga
(ix + 50)
Bank sudah merupakan mitra dalam rangka memenuhi semua kebutuhan keuangan dan dijadikan sebagai tempat untuk melakukan berbagai transaksi yang berhubungan dengan keuangan. Sekarang ini banyak sekali bermunculan bank- bank yang berlandaskan syariah Islam. Bank syariah mempunyai lima prinsip dasar, salah satunya adalah prinsip bagi hasil (profit – sharing). Dimana bagi hasil (profit – sharing) dalam bank syariah berbeda dengan yang namanya bunga dalam bank konvensional.
Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan deposito pada bank syariah dengan deposito pada bank konvensional dan mengetahui perbedaan sistem bagi hasil bank syariah dan sistem bunga pada bank konvensional,
Objek dari penelitian ini adalah Bank Syariah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia. Dimana penelitian ini menggunakan data-data dari laporan distribusi pendapatan, proporsi nisbah bagi hasil, dan persentase bunga bank konvensional.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ternyata melakukan transaksi deposito pada bank syariah lebih menguntungkan dibanding bank konvensional. Hal ini diketahui dengan adanya selisih balas jasa nasabah dimana balas jasa untuk bagi hasil bank syariah lebih besar daripada bunga bank konvensional.
Daftar Pustaka (1993-2004)

subject : penulisan ilmiah
full download : http://adf.ly/izAVb

PENERAPAN METODE ACTIVITY BASED COSTING DALAM HUBUNGANNYA DENGAN PENENTUAN BIAYA PRODUK PADA PT. SEPATU BATA, TBK.


PI. Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma, 2005 Kata kunci : ACTIVITY BASED COSTING, PT. SEPAT BATA, TBK
( ix + 42 )
Dalam kondisi persaingan bebas saat ini, suatu perusahaan dituntut untuk mampu meningkatkan kemampuan perusahaan dalam segala bidang, termasuk dalam peningkatan laba perusahaan. Laba merupakan selisih dari penjualan dengan total biaya yang dikeluarkan. Periode yang digunakan dalam penulisan ilmiah ini pada tahun 2003. Metode Activity Based Costing merupakan perhitungan biaya produksi berdasarkan aktivitasnya yang menggunakan beberapa pemicu biaya yang menghasilkan efisiensi biaya, sehingga memudahkan manajemen dalam menghitung biaya produksi serta menentukan harga jual produk yang diproduksi. Hal ini berbeda dengan metode konvensional yang hanya menggunakan satu pemicu biaya saja.
Harga pokok produksi pada PT. Sepatu Bata, Tbk yang terjadi pada tahun 2003 dengan menggunakan metode konvensional untuk produk sepatu kulit sebesar Rp. 75.387,061 dan untuk produk sandal kulit sebesar Rp. 56.552,037. Sedangkan dengan menggunakan metode Activity Based Costing harga pokok produksi untuk produk sepatu kulit sebesar Rp. 68.950,231 dan untuk produk sandal kulit sebesar Rp. 63.222,501. Harga jual untuk produk sepatu kulit yaitu Rp. 114.900, dan untuk produk sandal kulit sebesar Rp. 75.00. Maka laba yang didapat jika menggunakan metode Activity Based Costing khususnya untuk produk sepatu kulit sebesar Rp. 45.949,769 atau sebesar 39,99 % dan produk sandal kulit sebesar Rp. 11.777,50 atau sebesar 15,70 %.
Daftar Pustaka ( 1994-2002 )

subject : penulisan ilmiah
full download : http://adf.ly/iz8Mx