PI. Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi. Universitas Gunadarma, 2005 Kata Kunci : Selisih Biaya Bahan Baku
(x + 32 )
Pengendalian biaya bahan baku dapat dilakukan dengan membandingkan kuantitas dan harga yang telah distandarkan dengan kuantitas dan harga yang sesungguhnya. Pada akhirnya hal ini dapat menimbulkan selisih yang bisa berakibat menguntungkan atau merugikan perusahaan. Pengendalian biaya bahan baku memiliki peranan penting guna tercapainya efisiensi produksi yang pada akhirnya mempengaruhi harga jual produk.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa yang menjadi penyebab terjadinya perbedaan antara biaya bahan baku standar dengan biaya bahan baku sesungguhnya dan menentukan tindakan apa saja yang harus dilakukan agar dapat meminimalkan biaya bahan baku sesungguhnya.
Setelah dilakukan analisis terhadap data yang diperoleh, maka penulis menyimpulkan bahwa perhitungan dengan model tiga selisih baik untuk diterapkan di perusahaan karena selisih harga biaya bahan baku cotton yang dianggarkan pada bulan Mei 2005 oleh PT Yuni International memperoleh laba sebesar Rp 85.401.000,- sedangkan selisih kuantitas yang terjadi pada perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp 78.570.000 dan selisih gabungan antara harga dan kuantitas sama dengan nol. Dengan demikian total selisih biaya bahan baku cotton pada bulan Mei 2005 memperoleh laba sebesar Rp 6.831.000.
Adanya selisih laba yang terjadi dikarenakan dari jumlah selisih laba lebih besar daripada jumlah selisih rugi yang terjadi pada PT Yuni International. Salah satunya karena pembelian bahan baku yang secara rutin kepada supplier perusahaan dan mendapatkan potongan harga yang menguntungkan perusahaan dalam pengeluaran biaya bahan baku.
Daftar Pustaka ( 1990-2000 )
subject : Penulisan ilmiah
download : http://adf.ly/ii7Wo
(x + 32 )
Pengendalian biaya bahan baku dapat dilakukan dengan membandingkan kuantitas dan harga yang telah distandarkan dengan kuantitas dan harga yang sesungguhnya. Pada akhirnya hal ini dapat menimbulkan selisih yang bisa berakibat menguntungkan atau merugikan perusahaan. Pengendalian biaya bahan baku memiliki peranan penting guna tercapainya efisiensi produksi yang pada akhirnya mempengaruhi harga jual produk.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa yang menjadi penyebab terjadinya perbedaan antara biaya bahan baku standar dengan biaya bahan baku sesungguhnya dan menentukan tindakan apa saja yang harus dilakukan agar dapat meminimalkan biaya bahan baku sesungguhnya.
Setelah dilakukan analisis terhadap data yang diperoleh, maka penulis menyimpulkan bahwa perhitungan dengan model tiga selisih baik untuk diterapkan di perusahaan karena selisih harga biaya bahan baku cotton yang dianggarkan pada bulan Mei 2005 oleh PT Yuni International memperoleh laba sebesar Rp 85.401.000,- sedangkan selisih kuantitas yang terjadi pada perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp 78.570.000 dan selisih gabungan antara harga dan kuantitas sama dengan nol. Dengan demikian total selisih biaya bahan baku cotton pada bulan Mei 2005 memperoleh laba sebesar Rp 6.831.000.
Adanya selisih laba yang terjadi dikarenakan dari jumlah selisih laba lebih besar daripada jumlah selisih rugi yang terjadi pada PT Yuni International. Salah satunya karena pembelian bahan baku yang secara rutin kepada supplier perusahaan dan mendapatkan potongan harga yang menguntungkan perusahaan dalam pengeluaran biaya bahan baku.
Daftar Pustaka ( 1990-2000 )
subject : Penulisan ilmiah
download : http://adf.ly/ii7Wo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar